Tampilkan postingan dengan label sharing. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label sharing. Tampilkan semua postingan

Duka seorang ibu anak penyandang autis

Selasa, 14 September 2010


Bayu 4Thn..(nama samaran) adalah salah satu anak penyandang autis yang mendapatkan therapi perilaku di kelas autis disebuah Rumah sakit Bontang.
Setiap hari senin sampai dengan hari jumat mulai jam 08.00 sampai dengan jam 10.00.Bayu bersama-sama lebih kurang enam orang temannya harus mengikuti terapi perilaku dan latihan bicara yg dibimbing oleh therapis masing-masing.
Agenda kegiatan anak-anak tersebut setiap harinya adalah begitu datang mereka akan disambut oleh therapisnya ,kemudian masuk kekelasnya masing-masing yaitu sebuah ruangan yang cukup sempit sekitar dua kali dua meter, yg berisi satu tempat duduk yang menyatu dengan meja, sengaja didesain khusus sehingga anak kalau sudah duduk tidak dapat berpindah – pindah,demikian juga dindingnya yang bersih dari segala bentuk gambar dan sesuatu yang bisa mengalihkan perhatian mereka.
Rutinitas seperti ini tetap berlangsung sampai dengan anak bisa dan siap untuk menghadapi perubahan.
Memang mereka adalah anak-anak penyandang autis yang jumlahnya di kota Bontang mengalami kenaikan yang cukup signifikan.diperkirakan saat ini terjadi 2 - 6 penyandang autisma dalam 1000 kelahiran.artinya dari 120.000.jumlah penduduk di Bontang terdapat 1,2% – 3,6% penderita autis.yang dilahirkan, jika tingkat kelahiran 1% Mengapa hal ini terjadi ? Sampai saat ini belum diketahui penyebab yang pasti.namun ada indikasi dari pola hidup masyarakat modern yang banyak menggunakan bahan-bahan kimia diduga berpengaruh terhadap hal ini.dan yang pasti saat ini terdapat lebih kurang 60 anak penyandang autis dengan berbagai macam tingkatan yang membutuhkan perhatian dari kita semua.
Menurut pakar autis dari Belanda Mr.Fred Vrogteeven, penyebab autisma sangat komplek,dan yang saat ini sudah diketahui adalah bahwa gejala-gejala autisma timbul oleh karena gangguan pada fungsi susunan saraf pusat, gangguan fungsi ini bisa diakibatkan karena kelainan struktur otak yang mungkin terjadi pada saat janin berusia dibawah 3 bulan, .mungkin pada saat hamil muda si ibu mengidap virus toksoplasma,rubella,atau herpes ( jamur Candida) atau mengkonsumsi obat atau makanan yang mengandung zat kimia yang mengganggu pertumbuhan sel otak.
Tanda-tanda dan gejala anak penyandang autis yang khas adalah lambat atau terjadi gangguan bicara dan komunikasi, gangguan interaksi sosial, dan gangguan perilaku. apabila dipanggil namanya mereka sering cuek seperti orang tunarungu walaupun setelah dilakukan pemeriksaan ternyata pendengaran mereka normal ,kadang hyperaktif dan sering menggerakkan anggota tubuh secara berulang-ulang (stereotype).
IQ anak penyandang autis biasanya lebih tinggi dari 100, kecuali yang disertai mental retardasi.
Menurut penjelasan salah satu terapis, diperlukan kesabaran dan kerja sama yang baik antara orang tua dan terapis agar dapat mendidik anak autis lebih efektif, karena menurut metoda Lovass sistem pembelajaran seharusnya dilakukan selama minimal 8 jam setiap hari, sedangkan yang dilakukan di kelas autis di rumah sakit Bontang hanya 2 jam setiap hari, sehingga peran serta orang tua sangat penting untuk dapat melanjutkan program yang telah diajarkan di kelas untuk diulang-ulang dirumah.
Ibu Dewi 45.(nama samaran) ibu dari anak Bayu menceritakan ,proses kehamilan dan kelahiran bayu adalah normal dan selama hamil tidak pernah mengkonsumsi obat,demikian juga pada bulan-bulan pertama hingga usia satu tahun .namun setelah itu mulai nampak tanda-tanda ketidak normalan. pada usia anak mulai mengucapkan kalimat ,Bayu kecil kelihatan tenang ,namun demikian masih dianggap wajar dengan berpikir mungkin karena memang belum waktunya atau sedikit terlambat, juga cara berjalan yang suka jinjit-jinjit pada awalnya juga dianggap hal yang biasa, namun setelah hal itu berlanjut sampai usia dua tahun dan Bayu juga masih tidak mau menoleh jika dipanggil namanya, membuat orang tua semakin kuwatir dan berpikir jangan-jangan Bayu menderita tunarungu yang berakibat bisu. Apalagi tetangga-tetangga menguatkan dugaan itu dengan mengatakan anak saya bisu tuli.
Sebenarnya Bayu juga sudah pernah dibawa kerumah sakit ,konsultasi dengan dokter anak namun menurut pendapat dokter hal ini wajar terjadi kelambatan bicara,dan hanya disarankan periksa kedokter THT,hasil pemeriksaan dokter THT kondisi telinga Bayu normal,hingga pada konsultasi yang kedua pada dokter anak yang lain setelah di sampaikan dugaan autis barulah dokter anak tersebut menguatkan dugaan tersebut dan menganjurkan untuk melakukan pemeriksaan yang lebih lengkap di kota Surabaya.Ternyata dugaan itu betul, dokter ahli psikologi dan perkembangan anak di kota Surabaya meyakinkan bahwa benar Bayu menderita spektrum autisma.dan harus mengikuti therapi autis agar nantinya dapat mandiri.dan teraphi di Surabaya telah dijalani selama satu tahun sebelum akhirnya pindah teraphi ke RS.di Bontang. demikian yang diceritakan oleh ibu Dewi.
Alhamdulillah saat ini Bayu sudah bisa berkata-kata, dan kalimat yang saya tunggu-tunggu dan saya rindu mendengar adalah kalimat panggilan “MAMA”.alangkah bahagianya saya mendengar kalimat itu .dan saya bertekad akan terus berupaya agar Bayu dapat mengikuti pendidikan dan program untuk anak anak autis sehingga nantinya dapat hidup mandiri.untuk itu sampai saat ini disamping usia sudah cukup tua karena memang saya terlambat dalam berumah tangga,terutama adalah untuk kepentingan Bayu .kami putuskan untuk tidak mempunyai anak lagi tambahnya.
Menyinggung soal beaya untuk teraphi perilaku maupun teraphi medis,menurutnya memang relatif cukup mahal.namun karena suami ibu Dewi bekerja pada perusahaan besar yang jaminan berobat serta kesejahteraan cukup tinggi hal ini belum menjadi masalah, entah nanti setelah pensiun. namun yang menjadi beban pemikiran adalah dimana nanti Bayu harus bersekolah, karena menurut informasi masih langkah sekolah khusus autis di Indonesia, terutama untuk tingkat lanjut dan untuk sekolah di sekolah umum jelas tidak mungkin.
Menanggapi keluhan ibu Dewi dan orang tua anak penyandang Autisma, ketua Forum peduli Autis Bontang dan Persatuan orang tua anak penyandang authis POPPA menghimbau kepada pemerintah agar secepatnya memikirkan adanya sekolah khusus anak authis serta menyerukan kepada orang tua dan siapapun yang peduli terhadap HAK HIDUP penyandang autis, untuk terus berjuang dan bersatu padu mewujudkan cita-cita yang diharapkan.(edd/lpwi)

[+/-] Selengkapnya...

INVESTASI EPOS

Rabu, 25 Agustus 2010


Dalam hukum bisnis , setiap yang kita investasikan diharapkan suatu revenu atau keuntungan, namun demikian bisa saja yang terjadi diluar perhitungan dan terjadi kerugian atau pailit. Hal yang sama juga terjadi ketika kita bekerja keras banting tulang, memeras keringat, yang diharapkan tentunya hasil yang besar atau minimal seimbang dengan tenaga yang kita keluarkan untuk  usaha tersebut. Dan ketika hasil yang didapat tidak setara maka rasa kecewa akan memenuhi dan menyesakkan dada.

Harapan memang sering berbeda dengan kenyataan , sebagai orang yang menganut suatu kepercayaan adanya Tuhan yang maha kuasa yang juga dipercaya maha adil, upaya yang seiring, atau bahkan terakhir dilakukan adalah berdoa, berdoa dan berdoa...jika doa kita terkabul maka kita akan bersyukur, sujud dan keluar kalimat pujian terhadap sang maha kuasa kalau muslim akan berseru alhamdulilah, yang kristen akan berteriak haleluyah, dan kalimat pujian lainnya, namun bila doa kita tidak ujung terkabulkan maka sebaliknya kita akan menggerutu dan menganggap tuhan tidak adil kepada kita, kita yang rajin sholat, kita yang rajin berdoa kemesjid, kegereja, atau kekuil, hidup dalam kekurangan sedangkan yang hidup tanpa mengenal tuhan hidupnya penuh kesenangan bahkan berkelimpahan apakah ini adil ?

Itulah persepsi kita, bukankah Tuhan itu sesuai dengan persangkaan hambanya ? apabila seorang hamba menganggap baik maka beruntunglah dia, sebaliknya bila berprasangka buruk maka sungguh dia tidak akan pernah mendapatkan keberuntungan.
Tuhan menciptakan alam dan seisinya tidak instan, langsung jadi KUN FAYAKUN, Allah mengatakan jadilah, maka jadilah. Namun tetap saja semua itu melalui proses, bahkan diceritakan semesta ini diciptakan dalam tujuh masa, maka sampai sekarang segala sesuatu yang terjadi dialam ini tetap harus mengikuti sunatullah, hukum alam, apabila kita menyimpang dari ketentuan ini maka kita akan mendapatkan kerusakan dan kebinasaan.hukum grafitasi menentukan setiap benda yang jatuh pasti kebawah, demikian juga hukum kekekalan energi, setiap energi yang dikeluarkan pasti setimbang , sesuai dengan energi yang dterima. Yang terjadi didunia ini tidak ada yang kebetulan, tapi karena ada sebab maka akan muncul akibat ( hukum kausalitas ).maka wajar saja jika seorang atheis yang tidak percaya adanya tuhan hidupnya lebih baik , karena telah melakukan suatu usaha dan kerja keras, dibandingkan seorang ahli ibadah, ustadz atau pendeta yang tidak melakukan kerja nyata. Suatu kerja keras, kerja cerdas dan kerja ikhlas bagi yang percaya kehidupan setelah mati.
Jadi yang kita dapatkan keberuntungankah ,atau musibah , semua itu adalah akibat energi yang telah kita keluarkan. Jika keberuntungan maka kemungkinan itu karena energi positip ( epos ) yang kita keluarkan lebih banyak daripada energi negatif                             ( eneg ).demikian juga sebaliknya bila kita selalu mendapatkan musibah maka bisa jadi eneg kita lebih banyak dari epos.
Bagaimana bila kita merasa sudah mengeluarkan epos , selalu berbuat baik, selalu beramal tapi masih juga mendapatkan musibah. ? ibarat sebuah tabungan, energi positif yang kita keluarkan adalah investasi yang suatu saat pasti akan kita dapatkan keuntungannya, yang pasti akan cair bila kita membutuhkan dan sudah siap untuk memanfaatkannya baik yang bisa diduga maupun yang tidak terduga. Demikian sebaliknya bila kita melihat orang yang rejekinya berlimpah, selalu mendapatkan keberuntungan walaupun yang dilakukan tidak pernah berarti, bisa terjadi itu adalah uang muka Down Paymen atau panjar , hutang yang harus dibayar dikemudian hari.
Bentuk keberuntungan yang kita dapatkan tidak selalu berbentuk materi, tetapi bisa juga dalam bentuk lain, selain harta , kekayaan, bisa dalam bentuk Tahta ,jabatan, kedudukan, juga Kata, pembicaraan yang berguna, berilmu, berbobot dan selalu diharap serta didengar oleh orang lain apa yang menjadi perkataannya, menjadi panutan, dan yang terakhir dalam bentuk cinta ,selalu berbahagia dengan dicintai dan mencintai orang lain dan keluarga.
Melakukan suatu perbuatan baik pasti akan mendatangkan suatu kebaikan juga, dan melakukan perbuatan tercela / buruk akan mendapatkan juga balasan keburukan, siapa yang menabur dia menuai. Balasan itu bisa serupa persis atau karma, tapi bisa dalam bentuk yang lain tapi dengan bobot yang sama.
Energi yang diciptakan Allah dialam ini tidak akan pernah bertambah atau berkurang, sampai hari kehacuran. Banyak-banyak menabung energi positif ( epos ) adalah satu-satunya investasi yang tidak pernah merugi . selalu untung, apalagi kalau setiap epos yang kita keluarkan diiringi suatu niat beribadah maka keuntungan ganda yang berlipat pasti akan kita dapatkan didunia ini dan kelak diakherat bagi yang meyakininya.
Itulah salahsatu dari ciri-ciri suatu kesuksesan dan juga kemuliaan, sukses & mulia..

[+/-] Selengkapnya...